Apakah lelaki itu tak pernah berfikir sekalipun ttg bagaimana dia bisa melanjutkan hidup tanpanya? Ketika dia membuka mata di pagi hari, dia sama sekali tdk semangat melanjutkan hidupnya sebab dia sudah membayangkan hari2 sepinya tanpa lelaki itu...
Dia tahu imajinasainya terlalu tinggi. Dia bahkan bisa mengkhayalkan masa depan yg indah bersama lelaki itu padahal dia sendiri tahu kemungkinanya hanya berapa persen mengingat lelaki itu kini sama sekali tdk memandang ke arahnya.
Sekarang dia sudah sangat terbiasa dgn kehampaan itu. Dia merasakannya. Dan dia sangat mengenal kepahitan serta luka yg tak mampu dijangkau oleh kata. Dia terbiasa ketika bangun di pagi dan sepi itu langsung menyergap dirinya. Membuat dia sadar, hari itu akan sama saja seperti hari2 yg telah lewat. Dia tdk lagi memiliki lelaki itu dalam harinya. Dia akan mengarungi harinya sendiri. Sendiri!
Dan dia menangis lagi. Dia tahu airmatanya hanya akan terbuang percuma. Dia hafal betul bahwa airmata itu hanya akan membasahi kembali luka di hatinya. Luka yg bahkan tak pernah mengering. Tidak pernah sedikitpun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar