Minggu, 29 Desember 2013

Tuhan, sudah berapa lama semenjak terakhir kali aku menangis sperti ini? Sekeras dan selama ini? Sederas ini? Sudah berapa lama aku tidak merasakan sakit yang begitu kuat seperti ini?
Tuhan, aku mengerti aku hanyalah masa lalu yang kembali. Sayangnya dia bukan lagi orang yang sama, Tuhan. Dia yang sekarang bukan lagi anak lelaki yang aku kenal, yang aku hapal luar kepala jalan hidupnya. Sekarang dia adalah seorang lelaki, yang menghabiskan kurang lebih empat tahun belakangan bersama orang lain. Dan selama itu pula aku tidak tau apa yang terjadi padanya, hidupnya... Dia sekarang orang yang penuh banyak kenangan. Kenangan yang aku harap bukan dia bagi bersama perempuan itu.
Ah, perempuan itu lagi. Mengapa aku begitu membencinya? Mengapa aku begitu tidak ingin menyukainya? Entahlah. Tapi rasanya semua kata-kataku dulu benar, bahwa mungkin, sampai kapanpun, aku tidak akan pernah memaafkannya. Tapi sekeras apapun aku membencinya tidak akan merubah kenyataan bahwa perempuan itu pernah begitu penting buat dia, pernah memiliki kenangan bersamanya, pernah mempunyai hal-hal yang tidak aku punya... dan sepertinya, aku cemburu.
Tuhan, terima kasih telah menurunkan hujan di saat seperti ini. Setidaknya, aku tidak perlu menyembunyikan air mataku.
Setidaknya, aku punya alasan kenapa aku basah kuyup.

Sabtu, 28 Desember 2013

Meninggalkan Janji

Sekarang udah tepat tengah malam. Semuanya udah pada tidur. Sunyi. Sepi. Tiba-tiba aku teringat abangku. Apa kabarnya dia sekarang? Apa dia baik-baik saja? Apa dia bahagia? Apa dua orang keponakanku yang tinggal disana terjamin hidupnya? Sehatkah mereka?
Hmm. Abangku dan keluarga barunya udah lama nggak pernah ngasi kabar lagi ke aku. Lalu aku ingat dengan anak-anaknya yang ada disini. Teringat semua foto mereka yang di-upload dengan bundanya di facebook. Mereka bahagia... ceria... Tapi aku selalu tau kalo mereka merindukan ayahnya. Dan aku yakin bundanya juga begitu. Dibalik semua ketegarannya, aku yakin dia pun sepi. Kenapa harus berakhir seperti itu?  Tidak bahagiakah mereka dulu? Apa sebegitu mudahnya melupakan janji-janji dan kenangan yang udah dibuat sama-sama? Aku bahkan nggak habis pikir kenapa abangku bisa melupakan anak-anaknya. Ketiga putrinya itu manis, cantik, lucu, dengan tingkah khas mereka yang nakal, cerewet, dan selalu ingin tahu, dengan bakat-bakat dan kepercayaan diri yang luar biasa untuk anak-anak seumuran mereka... Tidak menyesal kah dia mengabaikan mereka yang bahkan hingga sekarang masih berharap ayah mereka akan pulang?
Aku mungkin memang bukan orang yang bisa terlalu dekat dengan anak-anak. Tapi aku selalu ingin mendengar cerita dari mereka. Menerka-nerka perasaannya. Menghiburnya. Mereka memang belum mengerti sekarang, tapi suatu hari nanti mereka akan mengerti. Mereka memang harus mengerti dengan sendirinya. Aku yakin mereka juga sedang berpikir tentang apa yang terjadi dengan ayah bundanya sekarang.
Well. Itukah yang namanya komitmen? Serapuh itu? Apa lantas karena ketidakcocokan lalu semudah itu mengucap pisah? Kadang lucu kalo ingat dua orang yang dulunya saling mencintai, melakukan apa saja untuk mempertahankan hbungan, saling mencoba memahami walaupun sulit, lalu ketika menikah malah berubah menjadi orang asing, saling menuding, memaki mungkin, menolak untuk berbicara, lalu memutuskan untuk berpisah. Kesibukan dan harta mengambil alih cinta yang dulu dikoar-koarkan. Kenangan pun menjadi tidak penting lagi.
Aku memang belum menikah. Orang-orang bilang segalanya menjadi lebih rumit ketika sepasang kekasih akhirnya menikah, membina rumah tangga dan membentuk keluarga. Tapi bukankah ijab qabul adalah janji? Pernyataan kesanggupan dari seorang lelaki yang secara tidak langsung "mengambil" seorang wanita dari ayahnya. Berjanji bahwa dia sanggup menggantikan ayahnya untuk menjaga, melindungi, dan menyayanginya dalam keadaan apapun. Seharusnya para lelaki paham kan tentang itu? Maksudku, ayah si perempuan pasti perasaannya campur aduk. Sedih dan berat melepas putrinya, amanah dari Tuhan yang dia sayangi dan cukupi sejak bayi, untuk dipercayakannya dengan seorang lelaki yang belum tentu mampu menyayanginya tanpa henti. Mungkin bahagia juga, karena akhirnya putri yang ia sayangi telah dewasa dan siap menempuh kehidupannya yang baru. Lega karena bila nanti ia pergi, ia tidak perlu mengkhawatirkan anak perempuannya lagi. Kalo dipikir-pikir, berarti ijab qabul itu proses "pindah-tangan" amanah Tuhan dari satu orang ke orang berikutnya kan? Berarti ijab qabul itu hitungannya berat kan? Bukan hanya kalimat yang diucapkan dalam satu napas, tapi sebuah janji dari seorang lelaki; janji ke ayah si perempuan dan juga janjinya ke Tuhan.
Lalu, apakah janji seberat itu bisa dengan mudah ia lepaskan hanya karena di kemudian hari ada sesuatu yang terjadi dalam rumah tangga mereka? Apakah mereka sebegitu mudahnya meninggalkan kenangan?
Dan pertanyaan yang paling penting, dimanakah cinta bila saat itu tiba? Pergikah? Atau hanya sekedar bersembunyi, menanti untuk ditemukan lagi?

Akhir Tahun

Ini udah menjelang akhir tahun ya? Pantesan aja suasana hati makin gak karuan gini. Entah kenapa. Kok makin hari makin jadi dramanya. Ada aja yang salah...
Tiba-tiba aku takut kehilangan dia. Tiba-tiba aku takut aku bakalan nulis tentang semua kegalauan aku disini lagi. Aku tau gak seharusnya aku meragukan dia. Tapi entahlah, setiap kali aku ingat gimana dia dulu dengan perempuan itu rasanya.... ya seperti ini. This is not healthy. Itu semua masa lalu kan? Semua orang juga punya masa lalu. Tapi tetap aja kalo ingat perempuan itu aku nggak rela :(
Gimana kalo semuanya ngga selancar yang kami harapkan? Gimana kalo sampe kapanpun orangtuanya tetap ngga suka sama aku? Yang aku tau, mungkin aku bakalan pergi. Bukan karena aku ngga mencintai dia ataupun ngga memperjuangkan hubungan kami, aku cuma... Aku ngga mau dia memilih aku dan mengabaikan orangtuanya. Aku ngga mau dia jadi anak yang menentang ibunya. Karena kalo ada satu-satunya wanita yang paling pantas dia cintai di dunia ini itu ya ibunya. Perempuan hebat yang ingin aku hadiahi dengan jutaan ucapan terima kasih karena telah membawa seseorang yang sangat luar biasa ke dunia ini. Seseorang yang akan aku cintai sampai kapanpun.
Ah sudahlah.. Aku ngga mau mellow-mellow lagi. Capek :(
See you next time.




With love,


Ai

Kamis, 26 Desember 2013

2013

Wah. udah sekian lama gak nulis lagi disini. Haha pembukaan yang klise banget ya... tapi beneran, akhirnya bisa login lagi setelah setahun lupa dengan password *ups
Nah pas giliran bisa login, baru tau ternyata blogger makin lamaaaaa aja loadingnya. Ckckck.
Hmmmm apa yang mau ditulis ya? berhubung ini akhir tahun apa perlu kita bikin kaleidoskop perjalanan hidup setahunan ini? Trus ikutan kayak orang-orang yang bikin resolusi deh :)
Anyway, banyak yang terjadi selama 2013 ini. Kayaknya perlu dibikin list deh... 
1. Surprise ulang tahun
 Ini tahun pertama kalinya aku dapat surprise ulang tahun dari temen kuliah. Tahun-tahun sebelumnya aku dapat surprise beginian dari Jeany, Bella, Ziah, Apid, sama Akil. Pasti itu. Nah tahun ini ga ada satupun dari mereka yang muncul, malah datangnya Marfu, Rin, sama Monny :) tetap berkesan dan bikin terharu juga sih. Beruntung rasanya punya teman-teman yang perhatian kayak mereka :')
Oh iya, si Mr. Heartbreaker itu juga ngucapin selamat ke aku loh. Gak nyangka ya ternyata masih ingat :) 
2.  Kejambretan
For the first time in my life, aku dijambret. Waktu itu aku baru pulang ngajar, agak hujan, magrib, dan rasanya kayak mimpi. Setelah kejadian itu aku langsung berhenti ngajar dan gak pernah pulang pas magrib-magrib lagi. Trauma men ~
3. Launching BCLC
Setelah bertahun-tahun tanpa kejelasan, setelah beberapa kali penundaan, akhirnya BCLC diresmikan juga :) aku jadi EO waktu itu. Mengusung tema percampuran dua budaya, Inggris-Indonesia, aku membentuk tim choir sama dance yang alhamdulillah masih bertahan sampe sekarang walaupun kayaknya semua orang di BCLC udah lupa deh sama aku :') Oh iya, waktu launching itu aku ngasi speech loh... *bluffing :P
4. Nilai-nilai yang tiarap
Masih perlu penjelasan? Nope. Nilai kuliah aku jeblok semuanya. Dengan IP semester 6 yang gak nyampe 3 akhirnya IPK pun terjun bebas. Udah. Jangan tanya kenapa!
5. PPL & KKN
Nah ini nih peristiwa yang mengindikasikan kalo aku udah dewasa. Aku jadi guru PPL loh, di sebuah SMP swasta disini. Gak tanggung-tanggung, satu semester penuh aku ngajar disitu. Rasanya... campur aduk. Tapi overall, I love the students. They are unpredictable yet funny!
Trus aku juga KKN di kabupaten yang jaraknya lumayan lah dari rumah. If we're talking about experience, then yes I've got a lot!
6. Mr. Heartbreaker
Bertanya-tanya kenapa aku nulis itu lagi disini? Hmmm mungkin sebagai pengingat kalau aku gagal move on kali ya? Setelah untuk terakhir kalinya I said my goodbye to him here, siapa yang nyangka tahun ini aku nulis nama itu lagi?
Aku gak ingat gimana atau kapan tepatnya, yang jelas dia datang lagi. Dengan semua penjelasan yang seharusnya aku dengar bertahun-tahun yang lalu, dia kembali. Tapi kalo bilang aku gagal move on, kayaknya juga kurang tepat. I've moved on. Dan sekarang aku bukan orang yang sama lagi. Aku dan dia juga bukan melanjutkan apa yang sempat terputus di tengah jalan kok. Lebih tepatnya kami membangun kembali, mulai dari awal lagi. Jadi sebenarnya aku bukan gagal move on, tapi aku jatuh cinta lagi sama dia... *tsaaah
Dengan kembalinya dia, aku ingin memperkenalkannya dengan benar. Jadi si Mr. Heartbreaker yang berinisial FRZ yang sempat jadi hot topic di blog ini selama bertahun-tahun itu namanya Fariza Andriyawan. Nama yang bagus untuk ayah dari anak-anakku nanti kan?
Dia kembali pas Ramadhan, selalu seperti itu. Bedanya, kali ini aku berharap dia gak akan pergi lagi :)
Takdir emang gak bisa ditebak ya...
Ppfft. Aku udah nulis kembalinya Fariza Andriyawan ke list kaleidoskop 2013 aku. Jadi rasanya udah lengkap. Karena ketika dia kembali, segala sesuatu yang lain menjadi tidak penting.
See you next time with my resolution ya!


with love,
Ai