Minggu, 29 Desember 2013

Tuhan, sudah berapa lama semenjak terakhir kali aku menangis sperti ini? Sekeras dan selama ini? Sederas ini? Sudah berapa lama aku tidak merasakan sakit yang begitu kuat seperti ini?
Tuhan, aku mengerti aku hanyalah masa lalu yang kembali. Sayangnya dia bukan lagi orang yang sama, Tuhan. Dia yang sekarang bukan lagi anak lelaki yang aku kenal, yang aku hapal luar kepala jalan hidupnya. Sekarang dia adalah seorang lelaki, yang menghabiskan kurang lebih empat tahun belakangan bersama orang lain. Dan selama itu pula aku tidak tau apa yang terjadi padanya, hidupnya... Dia sekarang orang yang penuh banyak kenangan. Kenangan yang aku harap bukan dia bagi bersama perempuan itu.
Ah, perempuan itu lagi. Mengapa aku begitu membencinya? Mengapa aku begitu tidak ingin menyukainya? Entahlah. Tapi rasanya semua kata-kataku dulu benar, bahwa mungkin, sampai kapanpun, aku tidak akan pernah memaafkannya. Tapi sekeras apapun aku membencinya tidak akan merubah kenyataan bahwa perempuan itu pernah begitu penting buat dia, pernah memiliki kenangan bersamanya, pernah mempunyai hal-hal yang tidak aku punya... dan sepertinya, aku cemburu.
Tuhan, terima kasih telah menurunkan hujan di saat seperti ini. Setidaknya, aku tidak perlu menyembunyikan air mataku.
Setidaknya, aku punya alasan kenapa aku basah kuyup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar