Dia merindukannya. Merindukan kehidupannya yg dulu. Bersama sahabat2 yg ia sayangi, bersama lelaki yg sangat ia cintai. Dulu dia punya banyak mimpi dan harapan karena dia tidak sendiri. Karena dia punya alasan utk meraih mimpinya-yaitu membahagiakan org2 yg dia sayangi. Tapi sekarang semuanya mimpinya mengabur. Dia tdk punya lg alasan apalagi semangat utk mengejar mimpinya. Dia masih bisa meraih semuanya, melakukan banyak hal yg berguna, bertanggungjawab terhadap tugas2nya, tp tdk ada yg tahu bahwa sesungguhnya dia hampa...
Dulu, selelah apapun dia, dia tdk pernah mengeluh. Sebab akan selalu ada lelaki itu menunggunya, menanyakan kabarnya di hari itu, lalu memeluknya utk menghilangkan rasa lelah yg dia rasakan. Dulu, seberat apapun masalahnya, dia tdk pernh takut ataupun gentar. Sebab ada sahabat2nya yg selalu siap mendengarkan semua curhtan hatinya. Dan tg terpenting lelaki itu-yg teramat dicintainya-akan selalu sedia membantunya. Tapi sekarang apa? Dia sendirian. Sejahat apakah dia? Sampai kini semua orang menjauhinya. Apa sebenarnya kesalahan yg telah ia perbuat???
Dia lelah. Rasanya dia ingin sekali menutup mata dr kenyataan pahit yg terbentang di hadapannya. Tapi dia sudah jengah dgn kepura2an ini. Dia jengah terus2an bersandiwara bahwa dia tidak peduli lagi dgn rasa sakit hatinya-rasa sakit ditinggal org2 yg dicintainya. Dia jengah harus tetap ceria utk org2 yg masih ada di sekelilingnya. Dia lelah. Sangat lelah!
Dulu, selelah apapun dia, dia tdk pernah mengeluh. Sebab akan selalu ada lelaki itu menunggunya, menanyakan kabarnya di hari itu, lalu memeluknya utk menghilangkan rasa lelah yg dia rasakan. Dulu, seberat apapun masalahnya, dia tdk pernh takut ataupun gentar. Sebab ada sahabat2nya yg selalu siap mendengarkan semua curhtan hatinya. Dan tg terpenting lelaki itu-yg teramat dicintainya-akan selalu sedia membantunya. Tapi sekarang apa? Dia sendirian. Sejahat apakah dia? Sampai kini semua orang menjauhinya. Apa sebenarnya kesalahan yg telah ia perbuat???
Dia lelah. Rasanya dia ingin sekali menutup mata dr kenyataan pahit yg terbentang di hadapannya. Tapi dia sudah jengah dgn kepura2an ini. Dia jengah terus2an bersandiwara bahwa dia tidak peduli lagi dgn rasa sakit hatinya-rasa sakit ditinggal org2 yg dicintainya. Dia jengah harus tetap ceria utk org2 yg masih ada di sekelilingnya. Dia lelah. Sangat lelah!