Apakah ini saatnya utk membunuh perasaanku.
Melepaskan segala rindu yg mengendap menjadi debu beterbangan, bersatu bersama langit yg membentang.
Apakah aku mampu? Sementara perasaan ini telah menjelma menjadi prasasti yg membatu. Hidup di segala adaku. Dalam diam, jarak, bahkan luka sekalipun.
Betapa susah memahami arti diri. Betapa sulit menyelami maunya hati. Jalan membentang bertabur kasih yg kugelar, tak juga membuatmu bergeming. Segala adaku telah kubuka utkmu tanpa tirai sehelai pun.
Jika memang akhirnya aku harus membunuh perasaan ini, izinkan aku utk tetap mengenangmu. Tidak juga karena apa, cnta sjati tak bsa dbunuh skalipun bunuh diri. Dia akan tetap mengalir di setiap alunan nada kasih yg menggema di jagad maya. Izinkan aku tetap mencintaimu, walau hanya dalam diam, dlm senyap. Hingga suratan takdir membukakan rahasia kalamnya. Mungkin hanya dg cara itu, aku bisa tetap mencintaimu. Walau mungkin, tak pernah nyata juga akhirnya.
Aku hanya bisa mendesis panjang,
menyebut namamu.
Tapi sia2 saja ternyata.
Namun aku terbiasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar