Sejujurnya, dia telah lelah. Sangat lelah. Lelah atas perasaan sakit ini. Ia sungguh ingin lari, lari dr semua derita perasaan ini. Memulai semua dr awal. Tp kenapa begitu sukar melupakannya? Kenapa ia tak mampu tuk hilangkan bayang lelaki itu dr benaknya. Seolah tel;ah menyatu kuat dgn pikirannya. Oww... Tolong dia... Tolong dia dr jurang dalam ini!! Dia akan tenggelam dan semakin tenggelam krn cintanya sendiri.
Dia hanya ingin Lelaki itu kembali. Dia ingin lelaki itu tau besar cintanya, tinggi khayalnya utk lalui waktu yg tersisa di sisa hidupnya, di sisa akhir nafas hidupnya... Bersama lelaki itu. Lelaki yg teramat dicintainya tp telah memporak-porandakan hatinya, mengkhianati cintanya.
Dia menangis. Lagi. Membayangkan betapa kejamnya lelaki itu pd dirinya. Menduakan cintanya, lalu pergi bersama wanita lain. Ya Tuhan... Sakit sekali hatinya melepas kepergian cinta pertamanya.
Entah karena lelaki itu yg jahat atau karena dia yg tak mengerti perasaan lelaki itu. Tapi sepertinya dia sudah cukup menderita utk bersikap dewasa terhadap lelaki itu. Andai lelaki itu tau bhwa dia menderita namun senang utk mengerti lelaki itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar