Menangis. Lagi. Dan entah sampai kapan. Dia merindukan lelaki itu. Dia sangat mencintainya. Tp dia cukup tau diri untuk tdk mengusik ketenteraman hidup lelaki itu sekarang. Hanya saja dia belum sanggup utk melupakannya. Dan dia akan selalu menanti sebab dia tak 'kan bisa bernafas tanpa lelaki itu.
Dia menderita krn cintanya. Kdg dia merasa bodoh melakukan tindakan2 konyol utk membahagiakan lelaki itu. Sering kali dia marah, kesal, kecewa... Tp apalah dayanya? Dia terlalu dan amat sangat mencintai lelaki itu. Tulus. Entah sampai kapan.
Andai dia mampu melakukan sesuatu yg bisa membuat lelaki itu melihatnya... andai dia bisa memutar waktu... Dia ingin. Dia ingin sekali lelaki itu tau. Dia ingin lelaki itu mengerti betapa ia rindu. Andai lelaki itu tau bhwa airmatanya tak pernah habis utk menangisi cintanya yg berakhir tragis. Andai lelaki itu tau bahwa sekarang pun, detik ini, dia tengah menangis. Dia sungguh tdk tau lagi kata2 apa yg harus ia pakai agar membuat lelaki itu sadar...
Rasa sakit ini masih ada dan akan terus ada sampai dia nanti kembali mengulang lagi semua yg dulu pernah mereka lakukan. Tapi kapan? Kapan waktu itu tiba? Akankah? Bagaimana bila tidak? Bagaimana dia sanggup bertahan tanpa lelaki itu? Dgn cara apalagi dia mampu membendung rasa rindu yg menyesak di dada??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar