Kamis, 01 Oktober 2009

Dia sudah berulang kali mencoba untuk bangkit. Nyatanya selama ini dia hanya bersembunyi di balik keceriaan palsu. Dia jengah dgn kepura2n ini. Dia tdk cukup kuat utk melawan. Dia jg bukan seseorang yg tangguh utk bertahan. Dia hnya seorang wanita malang, yg mencintai seseorang yg cintanya tdk lg untuknya. Dia sadar bhwa dia hanyalah perempuan naif yg begitu bodoh. Yg tak sanggup utk melepaskan diri dr jerat cintanya yg palsu.

Lantas sanggupkah dia bertahan? Mampukah ia bertahan sampai Tuhan memberikan keputusan bagi dia yg digantung ketidakpastian? Sanggupkah ia menunggu sampai Tuhan menjawab doa2 yg ia panjatkan di tiap malamnya yg sepi? Permintaan dia sederhana. Dia hanya ingin lelaki itu kembali. Karena bila lelaki itu ada, dia punya semangat utk melanjutkan hidup dan tanpa lelaki itu, semua mimpi dan cita2nya musnah. Sebab hidup tanpanya sama sekali bkn hidup. Bila masih ada satu saja harapan, dia rela menggantungkan seluruh hidupnya pd harapan itu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar