Terkadang aku berpikir,
apa aku setidak berarti itu?
Apa aku sehina itu untuk dihargai?
Hingga aku diperlakukan seperti ini...
Terkadang aku berpikir,
kenapa ya selalu aku?
Ketika dia bersenang2,
aku dilupakan;
sampai SMS aja lama dibalasnya.
Tapi ketika dia lagi susah,
aku lebih gak dipedulikan lagi.
Jangankan mau cerita kayak dulu,
dia bahkan menolak berbicara dgnku.
Terkadang aku berpikir,
kenapa dia sepertinya
tidak punya waktu lagi untukku?
Selalu aku yg mengalah
selalu aku yg berusaha mempertahankan
selalu aku yg mati-matian
memaksa otakku berpikir:
apa sih sebenarnya salahku?
Terkadang aku berpikir,
kenapa selalu aku yg harus mengerti?
Kalo dia marah karena aku salah,
harus aku yg menyadari sendiri kesalahanku.
Kalo dia lagi sibuk,
harus aku yg mengerti bahwa dia sedang tdk mau diganggu.
Kalo dia lagi sedih,
harus aku yg mengerti bahwa dia sedang butuh waktu utk sendiri.
Kalo dia lagi senang,
harus aku yg paham bhwa aku tdk ia butuhkan.
Kalo kami bermasalah pun,
harus aku juga yg mengalah duluan...
Terkadang aku berpikir,
saat dia memintaku utk menjauh krn dia sedang ingin sendiri,
iya, aku turutin.
Tapi ternyata dia sibuk sama org lain.
Kenapa gak bilang sebenarnya sih?
Terkadang aku berpikir,
mungkin gak suatu hari nanti dia menyadari
kesalahan2 yg dia lakukan terhadapku?
Mungkinkah dia kembali menjadi abangku yg dulu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar