Apa yg terjadi padaku sebenarnya? Yg aku tahu aku kembali merasa kehilangan. Rasa hampa yg sudah aku hapal mati di suatu waktu dlm hidupku, dan yg aku pikir tidak akan aku rasa lagi ketika dia ada.
Bukan. Ini bukan soal dia yg dulu. Ini tentang org lain. Sosok lain yg baru aku kenal. Walau sekarang aku sendiri tidak yakin apakah aku sudah mengenalnya atau tidak.
Bukankah hubungan persaudaraan tidak akan pernah berakhir? Lalu kenapa aku merasa seseorang yg sudah aku anggap sbg abangku sendiri justru sekarang menjauh dariku? Apa yg sudah aku lakukan? Atau apa yg belum aku lakukan? Kesalahan apa? Kenapa harus menjauh? Kenapa tidak berkata yg sejujurnya kepadaku?
Aku selalu ingin siapapun jujur kepadaku, tentang apapun. Daripada berkata manis tapi bohong, lebih baik jujur walau menyakitkan. Tidak ada yg perlu ditutupi. Tidak juga harus berpura2 hanya utk menjaga perasaanku.
Kau tahu bagaimana rasanya bertanya2 tanpa ada jawaban? Tahu bagaimana rasanya dijauhi oleh org yg sudah kita percaya?
Aku tahu. Dan rasanya jelas tdk semanis vanila, tdk seindah langit, tdk seajaib hujan... Rasanya seperti... Seperti ini. Seperti tdk bisa menemukan jalan pulang saat kita masih kecil. Dan percayalah, rasanya tdk enak. Sungguh.
Kalau dg menulis disini bisa mengurangi rasa sesak di dada, ya, aku akui aku merindukannya. Merindukan dia. Dia yg selalu bercerita apa saja kepadaku, dia yg begitu perhatian, dia yg memintaku utk belajar mempercayainya, dia yg aku pikir bisa aku mengerti... Iya. Dia. Dia yg selama ini aku panggil abang.
Tapi sosok itu menghilang sekarang. Entah ini perasaanku atau apa, tapi sosok itu perlahan mulai berubah. Menjadi org lain yg sama sekali tidak aku kenal. Bukan maksudku supaya dia selalu menjadi yg aku inginkan. Bukan. Sama sekali bukan seperti itu. Aku adiknya. Dan tdk ada adik yg tdk bisa menerima abangnya dlm keadaan apapun. Seorg adik pasti akan menerima abangnya, apa adanya.
Tapi ketika aku berusaha menyelami dirinya, aku tdk menemukan celah itu sdikitpun. Tdk ada sisi dlm dirinya yg masih menginginkan keberadaanku. Tdk ada bagian dlm dirinya yg dia sisakan untukku. Aku tahu dia selalu ingin membuat org lain senang, aku tahu dia selalu berusaha ada utk siapapun, selalu menolong org yg membutuhkannya, tapi dia tdk ada untukku. Waktunya sudah habis utk org2 lain. Aku tdk ada lagi dlm pikirannya. Aku bukan lagi adik yg dia butuhkan. Dan sekarang aku jadi ragu, apakah aku dulu dibutuhkan? Sepertinya tidak. Kenyataannya memang aku tdk pernah dibutuhkan. Aku yg salah mengira. Hanya aku yg membutuhkannya. Sementara dia tidak.
Dan kesadaran akan hal itu membuat aku jatuh lagi. Ya. Aku baru ingat selama ini hanya aku yg berkata bahwa aku akan selalu ada utknya. Dia tdk pernah mengatakan hal itu. Tidak. Sama sekali tdk pernah. Bahkan alasan kenapa dia mau menjadi abangku saja tdk pernah dia kemukakan. Dia ada sekedar utk menjaga perasaanku saja. Karena dia merasa tdk enak. Karena dia selalu ingin menyenangkan org lain. Hanya itu. Dan kenapa aku terlambat menyadarinya? Disaat aku sudah terbiasa dg kehadirannya dlm hari2ku, disaat aku mulai percaya padanya.
Abang, sebenarnya seperti apa konsep persaudaraan yg ada dlm pikiranmu?
Apa sama seperti pertemanan biasa?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar