Kamis, 29 April 2010

Percayakah itu cinta?

Percayakah engkau pd bibir yg mengucap kata cinta?
Tunggu dulu. Bibir siapa gerangan ia? Apakah ia adalah bibir yg rela menjadi tiang dan jembatan tanpa sebab dari seonggok benda bernama hati? Ataukah ia hanya bibir yg melihat dan menimbang dgn mata?

Jika ia adalah tiang dan jembatan dr hati, percayalah itu nurani. Jika ia hanya mata telanjang belaka, bunuhlah ia. Karamkan dlm palung nuranimu, biar ia merasakan manis pahitnya terluka. Biar ia bisa mengeja cinta dgn darah dan airmata, baru kmudian ia menjelma kata cinta, senyata2nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar