Kamis, 29 April 2010

Kepada Hatimu, yg bukan untukku...

Aku tulis catatan ini ktika aku terombang-ambing ditelan kesepian dan ragu yg deras mengimpit. Dini hari menjelang pagi dtg, ditengarai sepi dan luka yg menghujam tajam, utk kesekian kalinya aku mencoba menyapa cintamu. Tapi tak ada jawab. Yg kutemui hanya lembap udara yg brembus panas. Tak ada gerimis turun, membuat terik matahari bebas menerabas daun2 dan jatuh di wajah tanah merah dan aspal. Gerah sgera brubah peluh. Menyatu bersama dgup jantungku yg mulai kehilangan jejakmu.

Kemana gerangan engkau pergi? Tiga tahun bkn waktu yg singkat bwt org seperti aku. Yg selama ini selalu mencoba stia menjaga sgala rindu dan cinta utkmu. Mungkin terdengar klise atau malah bodoh. Tp stidaknya itu yg kurasakan detik ini: gelisah dan pncarianku menyatu bersama rindu yg menumpuk dan mengecup penantian yg tak kunjung brakhir.

Detik ini, aku hanya bisa bertanya skali lagi:
kemana sbenarnya engkau pergi? Ajari aku mencari peta raga, jiwa, dan hatimu. Krn yg kuyakini dan kudapatkan kini jelaslah sudah:
Hatimu bkn untukku, ternyata. Terima kasih utk stiap sentimeter kebahagiaan yg telah kau berikan. Berbahagialah dgn kekasih pilihan hatimu. Aku akn coba utk rela; merelakan hatimu utk org lain, bukan untukku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar