Rabu, 30 September 2009

Abu2= Ai,

Dia bisa merasakannya. Rasa sakit yg menusuk di jantungnya. Rasa skit yg menyayat hatinya. Dia merasakannya, ketika air mata bergulir deras di wajahnya. Dia hnya mampu berharap, tangisanny mampu mengeluarkan pengganjal yg menyesak di dadanya. Karena ia sungguh tidak tau lagi apa yg harus ia lakukuan terhadap rasa sakit yg menembus hatinya.

Ya Tuhan, tolonglah dia. Sebab kini ia sendiri. Menangisi cintanya yg terkhianati. Tuhan, lihatlah dirinya yg dingin bergemetar. Betapa ia butuh sekali lelaki itu. Sbg tempat bersandar kala ia penat. Dia sangat membutuhkannya. Tuhan, lihatlah betapa teguhnya dia. Dia bahkan rela menukar kebahagiaan hidupnya, dia bersedia melakukan apa saja, mengorbankan apa saja, asalkan rasa takut yg mencekam sepi malam2nya bisa berakhir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar